Kembali ke Beranda

Fusion Splicing

Fusion Splicing adalah teknik menyambung serat optik dengan cara melelehkan ujung serat menggunakan busur listrik (arc) sehingga kedua serat menyatu. Ini adalah metode sambungan permanen dengan redaman terkecil.

Proses Fusion Splicing serat optik
Gambar 1: Proses Fusion Splicing pada serat optik menggunakan mesin splicer. Jika gambar tidak muncul, pastikan file img/splicing.png tersedia.

Gambar splicing.png tidak ditemukan.
Simpan gambar di folder img/splicing.png

Redaman Ideal Fusion Splice:

0.01 - 0.10 dB

Sambungan dengan redaman di bawah 0.05 dB dianggap sangat baik.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas

Cleave Angle

Sudut potongan serat. Ideal: ≤ 0.5°. Semakin kecil sudut, semakin baik.

Core Alignment

Posisi inti serat harus tepat di tengah. Mesin splicer modern menggunakan alignment otomatis.

Kebersihan

Debu atau kotoran di ujung serat bisa meningkatkan redaman. Bersihkan dengan alkohol.

Arc Power

Pengaturan busur listrik harus sesuai dengan jenis serat. Terlalu kuat atau lemah mempengaruhi kualitas.

Cara Membaca Hasil Splicing

Mengapa Muncul -0.02 dB?

Nilai -0.02 dB di layar splicer atau OTDR adalah fenomena pembacaan alat, bukan sambungan yang menghasilkan energi. Ini menunjukkan sambungan sangat baik (hampir sempurna).

Yang terpenting adalah nilai absolutnya mendekati nol.

Peran Splicing dalam Jaringan FTTH

Dalam jaringan FTTH, fusion splicing dilakukan di beberapa titik:

Kualitas splicing sangat mempengaruhi total redaman jaringan. Semakin baik splicing, semakin kecil redaman yang dihasilkan.

Contoh Hasil Splicing

Hasil Fusion Splicing yang baik
Gambar 2: Contoh hasil fusion splicing yang baik dengan redaman < 0.05 dB. Simpan gambar sebagai img/splicing-result.png

Gambar splicing-result.png tidak ditemukan.

Referensi: Standar ITU-T G.652 untuk karakteristik serat optik dan ITU-T G.671 untuk komponen pasif optik.